Jumat, 13 Desember 2013

Apa itu Astronomi?


Astronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik (radiasi CMB)). Ilmu ini secara pokok mempelajari pelbagai sisi dari benda-benda langit — seperti asal-usul, sifat fisika/kimia, meteorologi, dan gerak — dan bagaimana pengetahuan akan benda-benda tersebut menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta.
Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang berasal dari Britania. Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia, Yunani, Cina, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam. Akan tetapi meskipun memiliki sejarah yang panjang, astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop.
Cukup banyak cabang-cabang ilmu yang pernah turut disertakan sebagai bagian dari astronomi, dan apabila diperhatikan, sifat cabang-cabang ini sangat beragam: dari astrometri, pelayaran berbasis angkasa, astronomi observasional, sampai dengan penyusunan kalender dan astrologi. Meski demikian, dewasa ini astronomi profesional dianggap identik dengan astrofisika.
Pada abad ke-20, astronomi profesional terbagi menjadi dua cabang: astronomi observasional dan astronomi teoretis. Yang pertama melibatkan pengumpulan data dari pengamatan atas benda-benda langit, yang kemudian akan dianalisis menggunakan prinsip-prinsip dasar fisika. Yang kedua terpusat pada upaya pengembangan model-model komputer/analitis guna menjelaskan sifat-sifat benda-benda langit serta fenomena-fenomena alam lainnya. Adapun kedua cabang ini bersifat komplementer — astronomi teoretis berusaha untuk menerangkan hasil-hasil pengamatan astronomi observasional, dan astronomi observasional kemudian akan mencoba untuk membuktikan kesimpulan yang dibuat oleh astronomi teoretis.


Astronom-astronom amatir telah dan terus berperan penting dalam banyak penemuan-penemuan astronomis, menjadikan astronomi salah satu dari hanya sedikit ilmu pengetahuan di mana tenaga amatir masih memegang peran aktif, terutama pada penemuan dan pengamatan fenomena-fenomena sementara.
Astronomi harus dibedakan dari astrologi, yang merupakan kepercayaan bahwa nasib dan urusan manusia berhubungan dengan letak benda-benda langit seperti bintang atau rasinya. Memang betul bahwa dua bidang ini memiliki asal-usul yang sama, namun pada saat ini keduanya sangat berbeda.
Tokoh-Tokoh Astronomi
Selama berabad-abad telah ada inovator tak terhitung jumlahnya yang telah memberi kontribusi pada perkembangan dan kemajuan astronomi. Disini saya akan bahas tentang tokoh-tokoh yang melakukan penelitian astronomi, diantaranya adalah:
a. Nicolaus Copernicus (1473-1543)
Nicolaus Copernicus merupakan orang berkebangsaan Polandia yang ahli dalam bidang astronomi, matematika, kedokteran, hukum dan juga ekonomi. Salah satu sumbangan terbesarnya dalam Astronomi yaitu teori heliosentris yaitu sebuah teori tentang pergerakan planet-planet yang mengelilingi matahari sebagai pusatnya (pusat tatasurya). Teori heliosentris ini yang mematahkan teori sebelumnya yaitu bumi sebagai pusat tatasurya (geosentris). Karena teori heliosentris ini Copernicus dikenal sebagai bapak Astronomi Modern karena telah mampu menumbangkan teori salah (geosentris) yang sudah dianut sekian lamanya.b. Tycho Brahe (1546-1601)
Tycho Brahe merupakan seorang bangsawan Denmark yang dikenal sebagai seorang Astronom dan ahli Al-kemiawan (kimia waktu itu belum disebut sebagai ilmu, melainkan sebuah magic). Tycho merupakan astronom pengamat paling menonjol di zaman pra-teleskop. Tycho telah merancang dan membangun alat mesin cetak dari sesuatu yang telah dikembangkan sebelumnya. Dia menggunakan alat ini untuk mempetakan posisi planet-planet dan benda langit lainnya dengan ketelian tinggi. Asistennya yang paling terkenal adalah Johannes Kepler. Setelah kematian Tycho, catatan-catatan pemeta’an mengenai gerak Planet Mars membuat Kepler menemukan tiga hukum pergerakan planet yang menyokong teori heliosentris.
c. Johannes Kepler (1571-1630)
Johannes Kepler, yaitu seorang berkebangsaan jerman yang menjadi tokoh penting dalam revolusi ilmiah (yaitu masa saat gagasan baru dalam bidang sains berkembang dengan pesat dan menjadi dasar ilmu pengetahuan modern), selain itu juga Kepler dikenal sebagai astronom dan matematikawan dan dia juga dirujuk sebagai astrofisikiawan teoritik pertama. Johannes Kepler merupakan murid dari Tycho Brahe dan melanjutkan penelitiannya sehingga menemukan tiga hukum pergerakan planet, yaitu:
1) Planet-planet bergerak dengan lintasan elips dan matahari sebagai pusatnya.
2) Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama.
3) Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.
d. Galileo Galilei (1564-1642)
Galileo Galilei adalah fisikiawan itali yang juga ahli dalm bidang astronomi dan filsafat. Sumbangannya dalam bidang Astronomi yaitu antara lain adalah penyempurna’an teleskop dan dia yang menjadi orang pertama yang menggunakan teleskop untuk mempelajari secara detail benda-benda langit. Dan dia juga yang memploklamirkan pertama tentang kemungkinan komposisi bulan sama dengan bumi, orang pertama yang melaporkan adanya gunung dan lembah di bulan dan memberikan kesimpulan bulan itu kasar dan tidak rata. Dia juga yang pertama melihat permukaan matahari yang berubah (pengamatan bintik matahari), dia juga yang pertama kali melihat 4 satelit milik planet jupiter serta fase dari planet venus.
e. Isaac Newton (1642-1727)
Isaac Newton adalah seorang fisikiawan, matematikawan, Astronom, filsuf alam, dan al-kimiawan yang berasal dari Inggris. Isaac Newton dianggap sebagai pemikir ilmiah sepanjang masa, Newton tidak hanya menyimpulkan hukum grafitasi tetapi juga membuat tipe baru matematika (yang disebut sebagai kalkulus) untuk mendiskripsikannya. Penemuan dan teori Newton ini digunakan rujukan ilmu pengetahuan lebih dari 200 tahun dan juga sebagai pengantar dalam era Astronomi Modern.
f. Albert Einstein (1879-1955)
Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang sebagai ilmuwan terbesar pada abad ke-20. Albert Einstein ini terkenal dengan konsep pemberharu teori relativitas klasik, teori relativitasnya Einstein yaitu teori relativitas khusus (sebagai pemberharu teori relativitas klasik galileo dan hukum kedua dari Newton) dan teori relativitas umum (sebagai pemberharu teori gravitasi Newton). Formula yang terkenal dari Einstein yaitu E=mc^2 dimana menyatakan hubungan antara massa dan energi, formula ini juga dipandang sangat penting dalam bidang astronomi yaitu sebagai dasar memahami bagaimana proses fusi hidrogen menjadi helium sebagai energi di matahari atau bintang.
g. Edwin Hubble (1889-1953)
Edwin Hubble adalah astrofisikawan amerika. Selama karirnya, Hubble menjawab 2 pertanya’an terbesar yang mengganggu pemikiran astronom pada saat itu. Dia menjelaskan apa yang disebut sebagai nebula spiral, buktinya, galaksi lain membuktikan bahwa alam semesta jauh melampau galaksi kita. Kemudian Hubble menindak lanjuti tentang penelitian pembuktian bahwa galaksi-galaksi lain bergerak menjauhi kita dengan kecepatan yang sebanding dengan jarak.
h. Stephen Hawking (1942- sekarang)
Stephen Hawking merupakan ahli fisika teoritis dan menjadi profesor dalam bidang matematika di Universitas Cambridge. Sangat sedikit ilmuan yang hidup saai ini dimana telah memberikan kontribusi lebih untuk kemajuan sains melebihi Stephen Hawking. Karyanya secara signifikan telah meningkatkan pengetahuan kita tentang lubang hitam, fenomena eksotis benda-benda langit, alam semesta dan pencipta’anya.

0 komentar:

Posting Komentar